Incar Kembali Direktur, Nasrullah Mustamin Punya Misi Besar untuk PDAM Sinjai
Agen Berita Makasar– Suasana penuh di Perumda Air Minum Tirta Sinjai Bersatu (PDAM Sinjai) sedang hangat diperbincangkan. Bukan karena masalah teknis atau keluhan pelanggan, melainkan karena sebuah tekad dan visi besar yang dilayangkan kembali oleh seorang pemimpin yang sudah tak asing lagi: Nasrullah Mustamin.
Dalam sebuah langkah yang dinilai banyak kalangan sebagai bentuk keseriusan dan komitmen, Nasrullah secara resmi mendaftarkan diri sebagai calon direktur utama dalam seleksi terbuka yang digelar oleh pemilik PDAM. Ini bukan sekadar ajang formalitas, melainkan sebuah deklarasi niat untuk melanjutkan estafet transformasi yang telah ia rintis.
Bukan Pemain Baru, Tapi Pelaku yang Paham Medan
Menyebut nama Nasrullah Mustamin di lingkungan PDAM Sinjai ibarat menyebut seorang nahkoda yang sudah hapal betul gelombang dan karang di lautan. Ia bukanlah figur pendatang baru. Saat ini, ia telah menjabat sebagai bagian dari direksi dan memiliki rekam jejak yang tertanam kuat, khususnya dalam pengelolaan sistem distribusi air bersih—jantung dari setiap perusahaan air minum.

Baca Juga: Jabatan Direktur IPAL PDAM Makassar Dihapus? Tak Masuk Lelang BUMD
Pengalamannya di lapangan menjadi modal berharga yang tidak dimiliki oleh banyak orang. Ia memahami secara persisi di mana titik-titik lemah jaringan pipa, di mana daerah-daerah yang masih haus akses air bersih, dan bagaimana karakteristik sumber air yang menjadi tumpuan hidup masyarakat Sinjai. Latar belakang inilah yang membuat pencalonannya kali ini disambut dengan antusiasme dan harapan besar.
Misi Besar: Sebuah Transformasi Menyeluruh untuk Tirta Sinjai Bersatu
Lantas, apa yang ditawarkan Nasrullah untuk lima tahun ke depan? Jawabannya adalah sebuah agenda transformasi yang ambisius namun terukur. Visinya tidak berhenti pada sekadar menjaga status quo, tetapi mendorong PDAM Sinjai menjadi perusaahan yang lebih modern, efisien, dan berorientasi pada pelayanan maksimal.
Misi besarnya terangkum dalam tiga pilar utama:
-
Perbaikan Manajemen Internal: Nasrullah menekankan pentingnya fondasi yang kuat. Tata kelola internal yang baik, transparan, dan akuntabel menjadi prasyarat untuk semua kemajuan. Ia berkomitmen menciptakan sistem manajemen yang sehat dan berintegritas.
-
Peningkatan Kualitas Pelayanan Pelanggan: Inilah ujung tombak dari semua kebijakan. Nasrullah berjanji untuk menempatkan kepuasan pelanggan sebagai prioritas tertinggi, dengan menjamin respons yang cepat terhadap keluhan dan meningkatkan reliabilitas pasokan air.
-
Modernisasi Infrastruktur: Visi jangka panjangnya adalah membangun infrastruktur yang tangguh dan berkelanjutan. Hal ini mencakup penggantian pipa-pipa tua, optimasi instalasi pengolahan air, dan pembangunan reservoir baru untuk menjamin distribusi air yang merata, tidak hanya di pusat kota tetapi hingga ke pelosok.
Konkret di Lapangan: Ekspansi Layanan dan Peningkatan Kapasitas
Lebih dari sekadar wacana, Nasrullah telah memetakan langkah-langkah konkret. Salah satu fokus utamanya adalah ekspansi layanan ke daerah-daerah yang selama ini masih kesulitan mendapatkan akses air bersih.
“Tentunya dengan memberikan pelayanan maksimal dan rencana ke depan melakukan cakupan pelayanan beberapa desa di kecamatan seperti pengembangan pelayanan di Sinjai Timur, Sinjai Selatan, Sinjai Borong, Sinjai Tengah, dan Bulupoddo,” tegasnya.
Ekspansi ini tidak mungkin dilakukan tanpa ditopang oleh peningkatan kapasitas produksi. Untuk itulah, ia menawarkan solusi fundamental: pengolahan air tambahan sebesar 100 liter per detik. Tambahan kapasitas yang signifikan ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pelanggan existing sekaligus mengakomodasi pertumbuhan pelanggan baru di masa depan.
####Investasi pada SDM: Kunci Keberhasilan Sejati
Nasrullah menyadari bahwa teknologi dan infrastruktur yang canggih tidak akan berarti tanpa sumber daya manusia (SDM) yang unggul. Oleh karena itu, pilar keempat dari misinya adalah peningkatan profesionalisme SDM.
“Kunci utama adalah meningkatkan pelayanan prima untuk penyediaan Air Bersih bagi pelanggan… Termasuk, meningkatkan kinerja yang sehat bagi karyawan dan perusahaan berdasarkan penilaian kinerja BPKP,” jelasnya.
Dengan merujuk pada standar penilaian Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), ia ingin menciptakan budaya kinerja yang terukur, objektif, dan berorientasi pada hasil. Pelatihan berkelanjutan dan penempatan orang yang tepat pada bidangnya akan menjadi agenda prioritas untuk memastikan setiap karyawan bukan hanya sebagai pekerja, tetapi sebagai mitra dalam mewujudkan misi besar ini.
Jalur Seleksi Terbuka: Transparansi demi Kredibilitas
Proses seleksi terbuka yang diikutinya sendiri merupakan sebuah sinyal positif. Mekanisme ini menunjukkan bahwa kepemimpinan PDAM Sinjai dipilih berdasarkan kualitas dan visi, bukan melalui jalur politik atau kedekatan. Jadwal seleksi yang ketat dan transparan—mulai dari pendaftaran pada 19-28 Agustus 2025, seleksi administrasi (1 September), uji kelayakan dan kepatutan (8-9 September), hingga wawancara akhir (15 September) dan penetapan hasil (18 September)—memberikan keyakinan bahwa yang terpilih nanti adalah sosok yang benar-benar kompeten.
Nasrullah Mustamin, dengan segala pengalaman dan misi besarnya, telah melempar tantangan kepada dirinya sendiri dan kepada masyarakat Sinjai. Pilihannya untuk ikut dalam seleksi terbuka adalah undangan untuk bersama-sama mengawal sebuah perubahan besar. Masyarakat Sinjai kini tinggal menunggu: akankah sang nahkoda yang sudah paham medan ini kembali diberikan mandat untuk mengemudikan PDAM Tirta Sinjai Bersatu menuju masa depan yang lebih cerah dan berkelimpahan air bersih?